Apa itu rekondisi?
Rekondisi merupakan mesin bekas pakai luar negeri yang di import ke indonesia untuk memenuhi kebutuhan mesin di Indonesia, mengingat di indonesia belum ada pabrik Mesin Fotocopy berdiri. Sedangkan mesin fotocopy baru dengan spek untuk usaha harganya sangat mahal (setara harga mobil baru). Oleh karena itu para importir dari Indonesia membeli mesin fotocopy rekondisi untuk di jual kembali di Indonesia.
Apakah masih bagus?
Tidak perlu khawatir, karena mesin dari luar negeri rata-rata masih layak pakai, dan mempunyai batas ahir pemakaian beberapa tahun saja (sesuai regulasi masing-masing negara), berbeda dengan indonesia yang saking cintanya dengan suatu barang sampai tidak rela kalo barang tersebut di bisahkan darinya. 😀
Apa bedanya dengan mesin Bekas?
Rekondisi berbeda pengertianya dengan bekas, kalo rekondisi adalah mesin ex luar negeri yang di kondisikan seperti layaknya baru (maksimal 90%), kalo bekas adalah mesin bekas pakai orang di indonesia tanpa proses apapun kemudian di jual kembali. Berbeda lagi dengan mesin Lokal, kalo mesin jenis ini adalah mesin bekas pakai orang indonesia kemudian di kondisikan kembali supaya bisa beroperasi (maksimal kondisi adalah 70%).
Mana yang paling bagus untuk usaha fotocopy?
Rekondisi merupakan pilihan tepat digunakan untuk usaha fotocopy, mengapa? Karena mesin tersebut masih layak 90% di gunakan, sedangkan mesin bekas ataupun lokal biasanya sudah kurang bagus kualitasnya. Jangan sampai anda terkecoh dengan tampilan mesin sempurna namun kualitas buruk.
Apa kelebihan mesin fotocopy rekondisi?
Mesin fotocopy rekondisi biasanya sudah mendapatkan part optional seperti ADF, Shorter, fitur Send, Fax dll. Sehingga kita hanya tinggal menggunakan sesuai kebutuhan tanpa perlu lagi membeli part tambahan yang harganya memang tinggi untuk kelas pengusaha fotokopi di Indonesia.
Berikut tips memilih mesin fotocopy untuk usaha: tips memilih mesin untuk usaha
Tidak hanya makhluk hidup yang perlu perawatan, mesin pun butuh perawatan, seperti Sepeda Motor atau mobil. Namun jika anda memiliki usaha Fotocopy jatah perawatan akan bertambah yaitu Merawat Mesin Fotocopy.
Merawat Mesin Fotocopy tidak hanya di lakukan oleh teknisi berpengalaman saja (memang rekomendasi demikian) namun kitapun bisa melakukannya sendiri dengan latihan terlebih dahulu tentunya. Memang jarang sekali teknisi atau perusahaan yang mau dengan cuma-cuma mengajarkan sesuatu tentang mesin fotocopy kepada pelanggan mereka, mungkin mereka pikir jika pelanggan bisa service sendiri, mereka tidak bisa menikmati hasil. Siapa bilang?? Kami PT. Global Mitra Copierindo justru ingin para pelanggan bisa mandiri dalam merawat mesin fotocopy, dengan bisa merawat mesin fotocopy, maka umur mesin bisa bertambah lama, dan kerusakan akan sangat jarang terjadi, sehingga pelanggan dan perusahaan penyedia mesin fotocopy sama-sama di untungkan.
Oke, langsung saja ke pokok bahasan kita yaitu Merawat Mesin Fotocopy.
Merawat Mesin Fotocopy type medium (IR 3570 / 3045 / 3235 dan sejenis)
Hal-hal yang perlu diketahui:
- Mesin kecepatan sedang 30-50ppm
- Terdapat part konsumabel yg setiap beberapa waktu harus di ganti (mis. Drum & Blade)
- Perlu penanganan yang lebih berkala karena kapasitas copy perbulan terbilang rendah
- Tidak cocok untuk Copy Service kapasitas besar.
Perawatan Rutin:
- Cek secara berkala bagian drum dan blade (apalagi jika jumlah pemakaian banyak).
- Cek secara berkala pelumas di dalam fixing unit.
- Yang sering terlupakan: bersihkan kaca tempat meletakan master (kaca scanner).
- Bersihkan bagian transfer (yg menggantung di pintu kanan).
- Bersihkan karet-karet penarik kertas.
- Buang pembuangan toner secara berkala.
Alat yang di gunakan:
- Sanpoly, Bedak bayi, Kain Majun bersih (untuk perawatan nomor 1).
- Fixing Grease / Silicone, Kain Majun bersih (untuk perawatan nomor 2).
- Kain majun bersih atau kanebo (untuk perawatan nomor 3).
- Kuas dan blower / vacum cleaner (untuk perawatan nomor 4).
- Sabun, air bersih (untuk perawatan nomor 5).
- Plastik kresek untuk membuang sisa tinta agar tidak mencemari lingkungan.
Merawat Mesin Fotocopy type medium (IR 6570 / 5075 / 5000 dan sejenis)
Hal-hal yang perlu diketahui:
- Kecepatan mesin 50-75 ppm (tergantung mesin).
- Perawatan harus benar dan teliti karena terdapat part sensitif dan bernilai tinggi.
- Perlu keahlian lebih untuk merawat bagian sensitiv (kami siap membantu anda).
Perawatan Rutin:
- Bersihkan Wire (corona) bawah secara berkala.
- Bersihkan kaca scanner secara berkala.
- Cek cleaning web secara berkala.
- Bersihkan karet-karet penarik kertas secara berkala.
- Bersihkan kuku-kuku upper secara berkala.
- Hindari isi staples masuk kedalam mesin karena dapat merusah Drum!
Alat yang di gunakan:
- Kuas, Kain Majun Bersih (untuk perawatan nomor 1).
- Kain Majun Bersih (untuk perawatan nomor 2 & 3).
- Sabun, Kain Majun Bersih (untuk perawatan nomor 4).
Demikian kurang lebih tips Merawat Mesin Fotocopy dari PT. Global Mitra Copierindo, jika ada kritik dan saran yang membangun, atau tips lain yang berguna silahkan kirimkan ke email [email protected] saran anda akan kami masukan di halaman ini sebagai referensi untuk menambah ilmu. Sharing is Caring!
Contact Person:
Untuk pertanyaan seputar mesin fotocopy (harga, tips, dan lain-lain) Silahkan hubungi saya.
Ikmal
Phone. 0812 1010 3049
Mobile. 0812 1010 3049
Email. [email protected]
Website. https://www.fotocopy.co.id/
WowKeren.com – Tidak hanya memiliki kekayaan alam yang indah, Indonesia juga memiliki hal unik lainnya. Salah satunya adalah desa Atar yang terletak di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat ini. Pasalnya, desa ini memiliki keunikan tersendiri yaitu dikenal dengan sebutan Desa Fotocopy.
Rupanya, ada cerita dibalik nama desa fotocopy ini. Desa Atar adalah kampung bagi para pengusaha fotocopy. Sebagian besar masyarakat desa Atar berprofesi sebagai pengusaha fotocopy yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Selain itu, kondisi desa Atar yang terletak di perbukitan menyebabkan masyarakat kesulitan untuk bertani. Sehingga mereka pun mencari ide lain dan akhirnya memutuskan untuk membuat usaha fotocopy. Hal ini mereka lakukan demi menjalankan roda perekonomian di desa tersebut.
Tidak diketahui siapa penggagas pertama dari usaha fotocopy di desa ini. Namun, yang jelas ia sangat berjasa bagi masyarakat desa Atar.
Ketika lebaran tiba, maka para pengusaha fotocopy yang merantau di luar daerah akan berbondong-bondong pulang ke desa Atar. Pemandangan mobil pribadi yang berjejer di sekitar jalanan desa akan menjadi pemandangan yang biasa. Ini adalah bukti bahwa para pengusaha fotocopy tersebut telah sukses di daerah rantauan.
Tidak hanya itu, bahkan beberapa pengusaha fotocopy dari desa Atar sudah naik level menjadi supplier dan importir mesin fotocopy. Keunikan lainnya dari desa fotocopy ini adalah sebuah tugu yang dibangun di desa tersebut. Para pengusaha fotocopy bersama-sama membangun sebuah tugu yang menyerupai mesin fotocopy dan diberi nama Tugu Fotocopy.
Tugu fotocopy dibangun dari dana patungan para pengusaha fotocopy yang sukses di rantauan. Selain itu, tugu ini juga menjadi simbol bahwa usaha fotocopy telah mengangkat roda perekonomian mereka.
Sumber: Wow Keren
Sang penemu Chester Flood Carlson lahir 8 Februari 1906 dikawasan kota Seattle.
Chester Flood Carlson lahir 8 Februari 1906 dikawasan kota Seattle, Washington. Ayahnya mengidap penyakit TBC membuat dia harus bekerja keras untuk mendapatkan biaya pengobatan. Pada saat berusia 17 tahun Ibunya meninggal dan empat tahun setelah ibunya meninggal ayah Carlson menyusul. Hal ini tidak membuat Carlson patah semangat untuk belajar. Dia bisa menyelesaikan pendidikannya hingga bangku kuliah yaitu di California Institute of Technology.
Carlson bekerja di sebuah perusahaan pembuat barang elektronik. Tugasnya saat itu adalah menyalin semua dokumen dan gambar paten ke dalam beberapa dokumen. Carlson merasa lelah dengan pekerjaan itu dan kemudian berfikir bagaimana caranya agar pekerjaannya itu mudah dilakukan dengan menemukan konsep elektrofotografi yang sekarang kita kenal dengan mesin fotocopy.
Namun sebagian besar literatur menyebutkan bahwa Carlson menciptakan proses mengkopi dengan menggunakan energi elektrostatik, yaitu xenography. Xenography berasal dari bahasa Yunani yaitu “radical xeros” yang artunya kering dan “graphos” yang artinya menulis. Karena memang dalamprosesnya tidak melibatkan cairan kimia, tak seperti teknologi sebelumnya. Melalui teknik ini, Chester Carlson telah menemukan cara yang merombak paradigma penulis ulangan sebuah dokumen, yang nantinya akan menjadi proses yang disebut fotokopi. Teknik ini kemudian dipatenkan pada 6 Oktober 1942.
Rancangan Mesin Fotocopy
Selama beberapa tahun Carlson mencoba untuk menyempurnakan temuannya ini dan mencoba keberbagai perusahaan untuk menjual penemuannya itu. Namun karena pada saat itu penemuan Carlson dianggap tidak berguna dan tidak memiliki masa depan yang menjanjikan menjadikan temuannya itu ditolak.
Setelah berusaha dengan sangat keras Carlson mendapat mitra pertamanya yaitu Batelle Memorial Institute yang bersedia memodali dengan dana dan usaha. Dengan mitra pertamanya itu Carlson berhasil meyakinkan Haloid, sebuah perusahaan menengah Haloid Corporation, New York yang menjual kertas foto menjadi mitranya untuk mengembangkan temuannya.
Xerox Mesin Fotocopy Komersil Pertama
Haloid Company kemudian merubah nama mesin fotocopy pertama elektrofotografi dengan nama Xerography. Xerography menjadi komersial setelah diadopsi oleh Xerox Corporation.

Salah satu produk awal Xerox adalah Xerox 914, mesin foto kopi otomatis pertama yang menggunakan proses xenography. Dinamai Xerox 914 untuk merujuk pada kemampuan mesin dalam mengkopi kertas dengan ukuran 9 inci x 14 inci (229 mm x 356 mm) dan resmi pada tahun 1958 dengan nama Xeroz 914.
Xerox 914 sangat populer di kalangan masyarakat. Xerox 914 ini dapat mengkopi hingga 100 ribu kertas per bulan. Produk ini menyumbang pendapatan perusahaan hingga 60 juta dolar AS. Hingga kini Xerox merupakan perusahaan mesin foto copy dan printer terkemuka di dunia. Produk yang dihasilkan perusahaan yang kini bermarkas di Stamford, Connecticut, AS itu pada 2006 lalu berhasil membukukan pendapatan 15,9 miliar dolar AS. Jumlah karyawannya mencapai 53.700 orang, tersebar di dunia.
Chester Carlson meninggal pada 9 September 1968, di Rochester, New York karena penyakit hati yang kronis. Berkat temuannya melalui mesin fotocopy, Chester Carlson telah menemukan cara yang merombak paradigma penulis ulangan sebuah dokumen. Dengan penemuan Chester Carlson ini pula kini kita dengan mudah, murah dan cepat untuk menggandakan sebuah dokumen.
Demikian kisah penemu mesin fotocopy yang sudah memudahkan kita sebagai anak cucunya dalam melakukan penggandaan dokumen. Coba bayangkan jika tidak ada mesin fotocopy, kita harus menyalin dokumen begitu banyak menggunakan tangan kita? Sunguh tidak bisa di bayangkan Hehehehe.
Sumber: Kisah Penemu dengan penambahan dari penulis
Dalam memulai usaha, kita bisa memakai pedoman 3M, Memilih, Menganalisa, Mengelola.
- Memilih bahan/produk yang akan di jual, mulai dari kualitas sampai dengan harga.
- Menganalisa bahan/produk apakah dapat menghasilkan atau tidak, benefit apa saja yang di dapat dari produk tersebut.
- Mengelola produk tersebut sehingga bisa menghasilkan income yang sebanding dengan pengeluaran.
Apa yg harus anda ketahui dalam pemilihan produk?
- Supplier Produk tersbut apakah mempunyai persedian barang dan sparepart yang memadai?
- Apakah supplier tersebut mempunyai tim service atau service center yang dapat membantu jika terjadi kendala pada produk?
- Apakah barang/produk tersebut mempunyai reputasi bagus di konsumen?
Ada tidaknya garansi menentukan kualitas produk. benarkah? Ya, jika barang/produk tersebut memiliki garansi, biasanya produsen atau distrbutor yakin jika barang tersebut berkualitas bagus, maka dari itu mereka berani memberikan garansi pada mesin.
Begitu juga dalam memilih mesin fotocopy, kita mesti melihat pedoman di atas. Kami sering mendapat konsumen yang mana konsumen tersebut berbincang-bincang mengenai mesin mereka yang pada awalnya beli di toko A, kemudian setelah beli dan mesi tersebut mengalami kendala, dari toko A tidak mau melayani service akhirnya konsumen tersebut memanggil teknisi dari luar, setiap panggilan di kenai charge service sesuai tarif teknisi tersebut. Sangat sayang bukan jika setiap ada kerusakan harus membayar lagi, padahal harusnya ada garansi service selama 1 tahun agar pada tahun pertama mesin tersebut bisa di pastikan aman dari kerusakan (walaupun pada kenyataan untuk mesin rekondisi pasti ada kendala setiap bulanya). Berbeda dengan mesin baru, mungkin untuk kerusakan akan sangat jarang di tahun pertama. Karena kami juga tidak luput dari komplain karena memang mesin tidak bisa berbicara, jikalau bisa mungkin kita bisa mencegah kerusakan sebelum terjadi :D.
Anda pilih mana
- Mesin dapat garansi, atau mesin tanpa garansi?
- Harga mesin murah kualitas rendah?
- Harga mesin mahal kualitas rendah?
- Harga mesin mahal kualitas tinggi?
- Harga mesin murah kualitas tinggi?
Yang pasti pilihan paling bawah 99% tidak ada, 1% mungkin dia butuh uang sehingga jual murah :D.
Perbandingan perbandingan di atas menyimpulkan bahwa jangan mudah terkecoh dengan harga murah. Harga murah kualitas oke pasti laris manis dan pasti juga banyak mendapat komplain karena memang sangat jarang hal seperti itu.
Beda 1-2 juta namun bergaransi dan kualitas oke, di bandingkan lebih murah 1-2 juta namun tidak bergaransi dan kualitas buruk, ongkos sekali panggil teknisi jakarta rata-rata 100-200rb/panggilan di luar sparepart, harga sparepart pun bisa melambung tinggi karena mereka membeli dari distributor yang (mungkin) tempat anda membeli mesin.
Pintar-pintar dalam memilih produk sangat penting untuk kelancaran usaha anda.
Untuk informasi seputar mesin fotocopy silahkan hubungi kami.
0812 1010 3049
PT. Global Mitra Copierindo
Jl. Biru Laut IX No.4, Jatinegara – Jakarta Timur
Mungkin bagi anda yang ingin membuka usaha fotocopy sempat bertanya, berapa sih modal fotocopy perlembarnya, agar nanti harga jual bisa menyesuakain dan ada keuntungan. Berikut kami sajikan perhitungan modal fotocopy perlembar.

Untuk Mesin dengan kelas Kecil dan Sedang
Type mesin iR2016 dan setara / Type mesin iR3300 dan setara.
| Kertas Rp. 30.000,- | : | 500 Lembar | = | Rp. 60,- |
| Toner / Tinta Rp. 120.000,- | : | 20.000 Lembar | = | Rp. 6,- |
| Listrik Rp. 150.000,- | : | 39.000 Lembar | = | Rp. 4,- |
| Sparepart Rp. 300.000,- | : | 30.000 Lembar | = | Rp. 10,- + |
| Total | = | Rp. 80,- |
Keterangan (asumsi) :
- Harga kertas Rp. 30.000,- per Rim (500 lembar).
- Harga Toner / Tinta Rp. 120.000,- untuk pemakaian sebanyak 20.000 lembar.
- Pembayaran Listrik per bulan Rp. 150.000,- untuk pemakaian sebanyak 39.000 lembar.
Perkiraan pemakain per harinya sebanyak 1.500 lembar, dan 26 hari kerja dalam sebulan.
1.500 x 26 = 39.000
Harga Sparepart Drum Kit Set Rp. 300.000,- untuk minimum pemakaian 30.000 lembar.
Untuk copy bolak-balik, modal halaman ke 2 nya hanya cukup dihitung Rp. 20,-
Karena anda sudah tidak lagi mengeluarkan biaya untuk kertas.
Untuk Mesin dengan kelas Besar
Type mesin iR5000, iR6570 dan setara.
| Kertas Rp. 30.000,- | : | 500 Lembar | = | Rp. 60,- |
| Toner / Tinta Rp. 120.000,- | : | 20.000 Lembar | = | Rp. 6,- |
| Listrik Rp. 200.000,- | : | 39.000 Lembar | = | Rp. 5,- |
| Sparepart Rp. 5.500.000,- | : | 2.500.000 Lembar | = | Rp. 4,- + |
| Total | = | Rp. 75,- |
Keterangan :
- Harga kertas Rp. 30.000,- per Rim (500 lembar).
- Harga Toner / Tinta Rp. 120.000,- untuk pemakaian sebanyak 20.000 lembar.
- Pembayaran Listrik per bulan Rp. 200.000,- untuk pemakaian sebanyak 39.000 lembar.
Perkiraan pemakain per harinya sebanyak 1.500 lembar, dan 26 hari kerja dalam sebulan.
1.500 x 26 = 39.000
Harga Sparepart Drum Kit Set Rp. 5.500.000,- untuk minimum pemakaian 2.500.000 lembar.
Untuk copy bolak-balik, modal halaman ke 2 nya hanya cukup dihitung Rp. 20,-
Karena anda sudah tidak lagi mengeluarkan biaya untuk kertas.
PERHITUNGAN BEP / ROI
Harga mesin fotocopy type iR6570 = Rp. 22.500.000,-
- Harga modal per lembar = Rp. 75,-
- Harga jual per lembar = Rp. 130,-
- Jumlah minimal copy per hari = 1.500 lembar
- Keuntungan per lembar = Rp. 55,-
- Keuntungan per hari (c x d) = 1.500 x Rp. 55 = Rp. 82.500,-
- Keuntungan per bulan (e x 30hari) = Rp. 82.500 x 30 = 2.475.000,-
BEP / ROI mesin fotocopy type iR6570
Harga mesin : Keuntungan per bulan = Modal kembali (dalam hitungan bulan)
Rp. 22.500.000,- : Rp. 2.475.000 = 9,1 bulan.
Itu jika hanya di hitung dari penjualan kertas dan jasa fotocopynya saja, belum lagi dari Jilid yang rata2 Rp. 2500,- dengan modal hanya kurang dari Rp. 1000,- Penjualan ATK dan Print jika menyediakan jasa Print (harga print menggunakan mesin fotocopy jauh lebih murah daripada menggunakan printer biasa, hasilnyapun lebih bagus dan tidak luntur).
FAKTA:
Jika menggunakan system standar Penjualan ATK dll lebih tinggi daripada penjualan jasa fotocopy, namun jika tidak ada fotocopy ATK akan sulit laku (menurut pengalaman konsumen kami).
System jemput bola lebih menguntungkan di bandingkan sistem standar (hanya menunggu konsumen datang).
Jika daerah usaha anda belum ada pengusaha fotocopy, maka anda menjadi yang pertama dan jika dearah usaha sudah banyak pengusaha fotocopy, maka tinggal bagaimana caranya anda bersaing. Jadi tindak ada kata tidak untuk usaha.
Go Entrepreneur…
Ahir-ahir ini bisnis mesin fotocopy makin lancar di karenakan kebutuhan akan fotocopy semakin meningkat, akibatnya permintaan akan mesin fotocopy semakin tinggi, kadang ada orang yang memanfaatkan kesempatan ini dengan cara yang tidak bertanggujawab seperti:
- Memberikan penawaran produk dengan harga murah namun kualitas mesin buruk.
- Memberikan penawaran produk harga murah namun pelayanan buruk.
- memberikan penawaran produk harga mahal kualitas buruk (ini yg paling berbahaya)
Maka dari itu, kita harus pintar-pintar dalam memilih produk yang tepat, khususnya mesin Rekondisi karena mesin ini sulit di bedakan antara mesin Rekondisi dan Lokal. Apa itu Rekondisi dan Lokal? Mari kita lihat perbedaanya.
Mesin bekas yang di datangkan dari luar negeri yang kondisinya masih 80% (di luar negeri hanya 5 tahun (max) pemakaian harus ganti). Di indonesia mesin tersebut masih sangat di butuhkan, karena terbilang masih layak pakai. Oleh distributor mesin tersebut di rekondisi sedemikian rupa sehingga kondisinya menjadi 90% max.
Mesin Lokal.
Mesin yang sudah di gunakan di Indonesia (tidak terhitung berapa tahun) dan di jual kembali. Biasanya kondisi sudah kurang bagus. karena penggunaan yang sudah cukup lama di indonesia mengingat penggunaan barang di Indonesia yang sangat-sangat hemat alias sayang kalo mau beli lagi. Mesin ini yang harus di waspadai pemula bisnis fotocopy.
Perbedaan mencolok dari mesin fotocopy lokal dan rekondisi adalah
Lokal: warna cover yg sudah usang (bukan kuning, karena mesin rekondisi ada yg berwarna kuning karena panas), biasanya banyak Assy atau bearing yg sudah berkarat bahkan hampir pecar, cover banyak pecah, counter melebihi angka 2 juta. Namun terkadang banyak penjual yang mensiasati dengan cara Oplos antara mesin rekondisi dan lokal agar terlihat rekondisi semua.
Rekondisi: Biasanya mesin fresh layaknya baru, counter rendah, dan fisik terlihat masih kokoh.
Demikian tips memilih mesin fotocopy ala www.fotocopy.co.id/

