5 Fakta Unik Usaha Fotocopy Part 1

Bagi anda yang belum pernah merasakan usaha fotocopy, namun sempat tertarik dan mencari info bagimana cara membuka usaha fotocopy dan berapa modal yang perlu di persiapkan untuk usaha ini, pasti anda akan menganggukan kepala setelah membaca beberapa tulisan di bawah ini.

Berikut 5 Fakta Unik Usaha Fotocopy versi fotocopy.co.id yang di rangkum dari berbagai sumber dan pengalaman.

Modal Besar Harga Jual Sangat Kecil

Ya! Modal usaha fotocopy memang bisa dikatakan sangat besar bagi orang-orang dengan modal usaha minim, terang saja mesin fotocopy paling kecil saja bisa di bandrol Rp. 12.500.000,- dengan kondisi baru dan Rp. 6.000.000,- dengan kondisi bekas. Itupun dengan spek yang sangat rendah yang pastinya tidak cocok untuk memulai usaha. Karena jika di paksakan akan menjadi beban dan biaya kedepanya.

Idealnya untuk usaha fotocopy adalah mesin medium dengan kecepatan mulai dari 30-45 lembar permenit, dan kekuatan yang bisa di bilang lebih besar. Lagi-lagi mesin jenis ini tidaklah murah, harga baru untuk mesin ini dengan merk canon bisa mencapai harga Rp. 45.000.000,- keatas, namun untuk usaha biasanya menggunakan mesin rekondisi yang di bandrol dengan harga mulai dari Rp. 11.000.000,-.

Melihat harga-harga di atas pastinya secara logika jual beli maka harga jasa fotocopy perlembar bisa di atas Rp. 5000/lembar, namun pada kenyataanya harga perlembar hanya sebesar Rp. 150,- hingga Rp. 200,- untuk orang awam yang memang belum pernah usaha ini dan minim mendapatkan informasi maka akan geleng-geleng kepala dan berfikir berapa lama modal akan kembali? Jika anda masih berfikir demikian, maka silahkan baca artikel kami tentang perhitungan modal fotocopy perlembar maka anda akan mengetahui kenapa harga perlembar fotocopy bisa sangat murah padahal harga mesinya sangat mahal.

Di artikel kami tersebut, kami memiliki perhitungan kasar yang jika di akumulasikan dengan waktu maka usaha fotocopy bisa balik modal selama kurang lebih 6 bulan tergantung cara pemasaran dan lokasi atau lain sebagainya.

Usaha Fotocopy Tanpa ATK Seperti Sayur Tanpa Garam

Sayur tanpa garam rasanya gimana sih? Hambar kan? Begitulah kurang lebih istilah yang cocok jika membuka usaha fotocopy namun hanya menyediakan mesin saja tanpa ada tambahan ATK seperti pensil, ballpoint, buku, dll. Fotocopy dan ATK bak romeo dan juliet, seperti sebaliknya kalau kita hanya jual ATK maka akan banyak yang menanyakan fotocopy karena keduanya sudah menjadi ciri khas toko-toko fotocopy. Banyak dari konsumen kami yang menyatakan bahwa usaha fotocopy justru lebih untuk (besar) dari penjualan ATK atau produk lain semisal cetak foto.

Jadi harus pintar-pintar dalam berinovasi bisnis, dan mengelolanya. Usaha fotocopy sangat mungkin di kombinasikan dengan usaha-usaha lain seperti, penjualan ATK, Cetak Foto, Pembayaran Online, dll.

Lanjut ke > 5 Fakta Unik Usaha Fotocopy Part 2